Featured Article

Sisi Gelap Kharisma

Mana yang lebih mudah: mencari pemimpin yang mau mengakui kegagalannya atau mendaftar pemimpin yang membanggakan keberhasilan? Nampaknya Anda akan sepakat dengan saya. Mencari yang kedua jauh lebih mudah. Malcolm Gladwell dalam bukunya What the Dog Saw mengutip salah satu artikel menarik yang ditulis oleh Robert Raskin dan Dan Fazzini yang berjudul The Dark Side of… Read More »

Featured Article

Kebahagiaan

Jika Anda bertanya kepada seseorang: apakah ada yang hal lain yang penting bagi dia selain kebahagiaan? Saya kok termasuk yang yakin bahwa jawabannya adalah tidak ada. Semua yang dilakukan nampaknya muaranya ke sana. Yang berbeda hanya bagaimana mendefinisikan dan mengukur kebahagiaan. Kebahagiaan biasanya muncul karena seseorang mempunyai atau menjalankan sesuatu yang disukainya. Beberapa orang mendefinisikan… Read More »

Featured Article

Kita Adalah Apa yang Kita Lakukan Saat Ini

Saya sering mendengar orang bergumam. “Oh, dulu kalau tidak ada saya, itu tidak akan jadi!”, “Walah, dulu saya, bekerja keras untuk membantu membuat ini dan itu. Gak ada uangnya!”, dan yang sejenisnya. Tidak ada yang salah dengan fakta ini. Hanya saja, kalau orang yang bergumam tersebut masih melakukan hal yang sama akan sangat bagus. Inilah… Read More »

2015 : Refleksi, Evaluasi, Resolusi

Tahun 2015 tinggal hitungan hari. Sudah belajar apa saja dari tahun ini? Siapkah kamu menghadapi tahun depan? Akhir tahun selalu menyisakan berbagai cerita. Ada yang membungkus 2014 dengan cerita bahagia, ada pula yang merasa masih belum menutup cerita dengan sempurna. Apapun itu, kamu harus bisa merefleksikan semua yang terjadi pada 2014, untuk kemudian melakukan evaluasi dan… Read More »

Pembusukan Dari Dalam

Mengelola sebuah organisasi yang melibatkan beragam elemen bukan perkara mudah. Banyak keinginan yang akan dihasilkan dari pengelolanya. Yang satu ingin A, yang lain ingin B, dan lainnya ingin C. Kemampuan melakukan kompromi yang dapat diterima oleh semuanya atau minimal oleh sebagian besar adalah sebuah seni tersendiri, seperti seni menyambung kain perca yang menjadi indah. Tentu manusia beda… Read More »

Manusia Merdeka

Manusia merdeka tidak harus terbelenggu disaat kita menjadi dosen, dan seharusnya memang seperti itu. Kebebasan akademik adalah buktinya. Tetapi pasti ada sebagian dosen yang tersandera dengan kepentingan tertentu, dan tidak yakin untuk menyuarakan yang benar secara akademik karena resiko yang mungkin dihadapi. Ada yang terkooptasi kekuasaan, ada yang senang mencari aman. Ketika mengharapkan kalangan akademik… Read More »

Kamu Pekerja Keras, Atau Cuma Kuli Kantoran?

Nggak semua orang sibuk bisa disebut sebagai pekerja keras, lho! Bisa jadi, orang yang selalu terlihat sibuk itu ternyata cuma jadi kuli kantoran. Keduanya sebenarnya memiliki kesamaan, alias bekerja nggak kenal waktu dan rasa lelah. Tetapi, ada beberapa hal yang menjadikan mereka berbeda. Perbedaan itu bisa terlihat kok dari cara pandang mereka mengenai apa yang mereka lakukan. Bisa juga dari hubungan mereka… Read More »

Dosen = Seniman

Mengajar: teknik, ilmu, atau seni? Tergantung dari sisi mana Anda memandang. Bisa tiga-tiganya. Coba Anda tambahkan ketiga kata tersebut di depan kata “mengajar” menjadi “teknik mengajar”, “ilmu mengajar”, dan “seni mengajar”. Nampaknya semua gabungan kata ini mempunyai nilai rasa yang bisa dicerna dengan logika. Karena mengajar dapat dilihat sebagai seni, maka dengan segala kebebasan yang… Read More »

Dosen = Preman?

Ketika dosen menjadi preman, banyak hak yang mungkin dilanggar: hak mahasiswa, hak kolega dan hak institusi. Hak mahasiswa dapat dilanggar dengan berbagai cara: mengajar sekenanya, mengganti jadwal kuliah seenaknya tanpa memperhatikan mahasiswa,  membimbing ala kadarnya, atau bahkan memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan pribadi tanpa memberikan manfaat kepada mahasiswa. Hak kolega juga dapat dengan mudah diciderai: tidak memberikan respek yang… Read More »

Pelacuran Akademik

Berikut adalah salinan tulisan salah satu guru besar UII. Menurut saya topik yang diangkat sangat memprihatinkan kita semua. Fenomena ini juga sudah menjamur di Indonesia, termasuk di Yogyakarta yang merupakan Kota Pelajar. Ini adalah “pelacuran akademik” (ops! maaf) yang nampaknya perlu kita perhatikan bersama-sama. Hanya mau memberikan sedikit ingatan kecil saja, bahwa pertambahan jumlah mahasiswa… Read More »

Cintai (dan benci) sesuatu sekadarnya saja

Seorang teman berkomentar, “Lho, bukannya Bapak A dulu benci sekali dengan institusi X, kok sekarang mengundang orang dari institusi tersebut.” Komentar yang jujur dan secara lugas mengungkapkan keheranan. Saya teringat komentar seorang kawan yang bijak, benci atau cinta harusnya bukan didasarkan pada emosi, tetapi karena Allah. Imam Ali dalam Kitab Nahjul Balaghoh menyatakan semua syair… Read More »

Organisasi tanpa makna

Seorang teman merasa miris karena dalam organisasinya rasa tega ‘memplokoto’ yang muda atau orang lain sudah sangat kentara. Beragam kejadian senada telah berlangsung berulang kali. Meskipun masalah ini, katanya, pernah diupayakan dilempar dalam beragam ‘forum’, namun nampaknya tidak banyak yang merasa tertarik dengan topik yang jelas tidak seksi ini untuk sebagian besar orang. “Ngopo ngurusi… Read More »

Adalah tentang menjadi dosen?

Ada banyak hal menarik ketika saya menuliskan tentang hal ini. Hal tentang kita menjadi pengajar, dosen khususnya. Pertama, banyak dosen di Indonesia yang tidak mendapatkan materi tentang mengajar yang baik. Banyak di antara mereka yang belajar sendiri dari pengalaman yang didapatkan selama duduk pada bangku kuliah dan pengalaman bekerja sangat menentukan. Saya adalah termasuk dalam… Read More »